SIMDIK : Sistem Informasi Manajemen Pendidikan
Sistem Informasi Manajemen Pendidikan SIMDIK adalah sebuah sistem
informasi untuk kebutuhan manajemen lembaga pendidikan dalam hal ini
adalah sekolah. Sekolah yang dapat di cover dengan SIMDIK ini adalah
sekolah TK, SD, SMP, SMA dan sederajat.
SIMDIK dikembangkan secara terpadu dimulai dari proses operasional
pendaftaran siswa baru, proses akademik, pengelolaan keuangan, sampai
operasional siswa menjadi alumni.
SIMDIK merupakan core proses operasional sekolah.
SIMDIK juga dirancang sesuai dengan standar JARDIKNAS. Segala kebutuhan
pelaporan dari sekolah ke Dinas Pendikan Daerah maupun untuk kebutuhan
Depdiknas dapat dilakukan dengan mudah. Dengan adanya SIMDIK manajemen
pendidikan menjadi lebih mudah dan terkontrol.
INPUT
Input pendidikan adalah segala sesuatu yang harus tersedia
karena dibutuhkan untuk berlangsungnya proses. Sesuatu yang dimaksud berupa
sumberdaya dan perangkat lunak serta harapan-harapan sebagai pemandu
berlangsungnya proses. Input sumberdaya meliputi sumberdaya manusia (kepala
sekolah, guru, karyawan, peserta didik) dan sumberdaya selebihnya (peralatan,
perlengkapan, uang, bahan, dsb). Input perangkat meliputi strukur organisasi
sekolah, peraturan perundang-undangan, deskripsi tugas, rencana, program, dsb. Sedangkan
input harapan-harapan berupa visi dan misi, tujuan dan sasaran yang ingin
dicapai oleh sekolah. Kesiapan input sangat diperlukan agar proses dapat
berlangsung dengan baik. Dengan kata lain, input merupakan prasyarat bagi
berlangsungnya proses. Oleh karena itu, tinggi rendahnya mutu input pendidikan
dapat diukr dari tingkat kesiapan input, makin tinggi tingkat kesiapan input, makin
tinggi mutu input tersebut.
PROSES
Pemrosesan data sangat penting, karena penerima informasi, seperti
para pimpinan tidak mungkin dapat membuat keputusan dengan cepat dan
tepat, bila yang diterimanya sebagai bahan pembuatan keputusan itu
berupa data yang belum dproses dengan baik.
Pemrosesan data yang dimaksud adalah pemrosesan data yang dilakukan
oleh para kepala sekolah dasar yang meliputi bidang administrasi umum,
supervis, personil, peserta didik, kurikulum, sarana dan prasrana
sekolah, keuangan, Humas. Untuk lebih jelas bahasan teoritis tentang
pemrosesan data dibawah ini akan dijelaskan.
- a. Pengumpulan Data
Seperti yang telah dikemukan oleh Gordon B. Davis, informasi adalah
data yang telah diolah dan yang penting artinya untuk pengambilan
keputusan. Jadi untuk memperoleh informasi, tindakan pertama adalah
mengumpulkan data untuk diolah menjadi informasi, dan metode pengumpulan
data sebagai berikut :
1) Melalui pengamatan secara lansung
Dalam hal ini pengamat sendiri yang lansung mengamati ke objek yang
telah ditentukan. Sehingga dengan metode ini data-data dapat dikumpulkan
dengan cermat, karena pengamat sendiri yang mengumpulkannya.
Efektivitas metode ini berkurang ketika organisasi menjadi besar dan
luas, sehingga data yang harus dikumpulkan menjadi lebih kompleks dan
banyak , waktu yang dibutuhkan menjadilebih lama.
2) Melalui wawancara
Salah satu cara untuk menanggulangi banyaknya bagian yang harus
diamati adalah dengan wawancara, yang dapat diwakilkan pada orang lain.
Makin luas dan banykanya bagian dalam organisasi, akan makin banyak
personil yang disiapkan untuk menjadi pewawancara. Namun demikian
ketelitian dalam wawancara akan tergantung kepada pewawancara, sehingga
hasilnya sedikit akan terpengaruhi wawancara.
3) Melalui perkiraan koresponden (pembawa berita)
Dalam hal ini koresponden diminta untuk memberikan informasi yang
diperlukan kepada pengamat. Angka-angka yang diberikan mereka mungkin
hanya merupakan perkiraan saja.
Keuntungan metode ini adalah sangat murah dan meliputi daerah yang
sangat luas. Sedangkan kerugiannya adalah bahwa data yang dikumpulkan
sering kurang teliti.
4) Melalui daftar pertanyaan
Metode ini akan lebih efesien dibandingakan dengan wawancara, karena
melalui daftar pertanyaan ini proses pengumpulan data tidak memerlukan
wawancara. Daftar pertanyaan dapat lansung diberikan kepada pembawa
data, sehingga memungkinkan lebih cepat. Tetapi hal ini pun ada
kekurangannya, yaitu bila pemberi data tidak mengembalikan daftar
pertanyaan yang telah diisinya atau tidak mengisi sama sekali. Untuk
mengatasinya maka pertanyaan-pertanyaan harus dibuat sesederhana
mungkin, mudah dimengerti dan tidak perlu diberi penjelasan.
- b. Pengolahan Data
Pengolahan data adalah sesuatu proses kegiatan pikiran dengan bantuan
tangan atau suatu peralatan dengan mengikuti serangkaian
langkah-langkah perumusan atau pola-pola tertentu, untuk mengubah data
menjadi berbentuk, tersusun, sifat atau isinya berguna.
Dalam ensklopedi administrasi (1989:109), dinyatakan bahwa : Data
processing diterjemahkan sebagai pemrosesan keterangan. Dan berarti
serangkaian aktivitas dalam bidang tatausaha yang mencatat, mengolah,
mengirim atau menyimpan keterangan-keterangan yang diperlukan oleh suatu
organisasi secara cermat dan tepat.
Dalam melakukan pengolahan data diatas, maka diperliukan metode yang
cocok atau sesuai dengan kebutuhan pengolahan data. Untuk itu Burch dan
Stater (1974:27), mengungkapkan empat metode pengolahan data yaitu :
a) Metode Manual, dalam metode ini semua operasi data dilakukan
dengan tangan dan bantuan penting seperti pensil, pena, dan mistar
hitung.
b) Metode Elektromechanical, metode ini sesunggunnya merupakan
gabungan dari orang dan mesin. Misalnya seorang kepala sekolah yang
bekerja dengan menggunakan mesin catat kolom (posting machine).
c) Metode Punch Card Equipment
Dalam metode ini menggunkan semua alat yang dipergunakan apa yang
kadang-kadang disebut sebagai suatu sistem warkat unit. Prinsip warkat
unit ini adalah bahwa data mengenai seseorang, suatu objek, atau suatu
peristiwa biasanya dicatat (punched) dalam suatu kartu. Sejumlah kartu
mengandung data tentang subjek yang sama (misalnya daftar gaji dan
inventaris) digabungkan bersama untuk membentuk suatu file.
d) Metode elektronik komputer
Metode ini menggunakan komputer dalam mengelolah datanya. Komputer
disini berarti suatu susunan dari alat-alat masukan, suatu sistem unit
pengolahan pusat dan alat keluaran.
- c. Penyimpanan Data
Penyimpanan data termasuk didalamnya pengarsipan. Tujuan penyimpanan atau pengarsipan ini adalah :\
a) Sewaktu-waktu diperlukan bagi pemecahan persoalan dapat dengan mudah diambil
b) Menjaga dan memelihara fisik arsip atau dokumen agar terlindung dari kemungkinan rusak, terbakar atau hilang.
Hal ini sejalan dengan yang di kemukakan oleh Burch dan Stater yang
dikuti Moekijat (1986:23), bahwa : “ Penempatan data ke dalam suatu
media penyimpanan seperti kertas, mikrofilm. Agar data dapat dipelihara
untuk pemasukan dan pengambilan kembali bila diperlukan.
- d. Pengeluaran Data
Yang dimaksud dengan pengeluaran data atau informasi adalah
memindahkan data atau informasi dari bagian SIM kebagian yang
memerlukan, terutama pada pembuatan kebijakan. Sesuai dengan yang
dikemukakan oleh Moekijat (1986:23) bahwa, “ pengeluaran data atau
informasi adalah operasi memindahkan data dari suatu tempat ke tempat
lain.”
Data informasi dikeluarkan, disesuaikan dengan kebutuhan. Pengeluaran
data ini bukan hanya pengeluaran dari komputer atau alat-alat
pengelolaan yang lainnya, tetapi dari bagian pengelolaan SIM/bank data
dan informasi pada bagian lain atau pada pembuat kebijakan.
- D. Studi Kasus
Membangun basis data dalam sistem informasi pendidikan nasional
dewasa ini sangat memperhatikan data persekolahan. Untuk tercapainya
keterpaduan menyeluruh maka telah ditetapkan jenis data yang harus
dikirimkan dan untuk itu telah disiapkan format khusus. Demikian pula
agar terkendalinya arus data, prosedur, dan waktu pengumpulannya pun
telah ditetapkan. Ketetapn-ketetapan tersebut dibuat secara
tersentralisasi. Untuk sekolah dasar, jenis data yang harus dicatat
meliputi :
- Nomor Statistik Sekiolah (NSS)
- Identitas yang mencakup nama, alamat, status, tahun pendirian, dan waktu penyelenggaraan sekolah.
- Murid dan kelas yang mengikuti UN/UAS tahun ajaran lalu, pengiriman
murid tingkat satu, murid baru tingkat satu menurut umur, tingkat dan
jenis kelamin, murid menurut agama, murid mengulang dan kelas menurut
tingkat.
- Kepala sekolah, guru, dan pegawai lainnya menurut status kepegawaian , jenis kelamin, ijazah tertinggi, jabatan/penugasan.
- Ruang belajar yang meliputi status pemikiran dan kondisi.
OUTPUT
Komponen output dari Sistem Informasi Pendidikan terdiri dari subsistem
peramalan, subsistem manajemen dana, Subsistem Pengendalian.
TUJUAN
- Sesuai standar JARDIKNAS
(Departemen Pendidikan Nasional), sehingga pembuatan laporan dari
masing-masing sekolah maupun dari Dinas Pendidikan dapat dengan mudah
dan cepat di sampaikan tanpa harus membuat laporan ulang dan tanpa
harus mencetak laporan, hal ini karena format laporan dan jaringan
sudah disesuaikan dan menggunakan konsep singkronisasi online.
- Kemudahan dan kecepatan proses pengolahan, penyimpanan, pencarian, pelaporan data dan informasi yang dibutuhkan.
- Dikembangkan secara integrated untuk kebutuhan administrasi akademik sekolah.
- Sistem dapat disesuaikan dengan kebutuhan lembaga/institusi pendidikan terkait.
- Secara teknis, proses instalasi dan setup yang mudah.
- Harga lisensi yang sangat kompetitif.
UMPAN BALIK
Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback),
yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan
baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem
berjalan sesuai dengan tujuan. Dalam bentuk yang sederhana dilakukan
perbandingan antara keluaran sistem dan keluaran yang dikehendaki
(standard).
Contoh umpan balik positif yaitu seperti keterapian informasi pendidikan seperti :
- Koneksi dan setting
- Pengelolaan Kesiswaan
- Pengelolaan Akademik
- Pengelolaan Guru dan Karyawan
- Pengelolaan Keuangan
- Pengelolaan Perpustakaan
- Pelaporan
- Bank Soal
Sumber
http://nabaow18121986.blogspot.com/2011/11/sistem-informasi-manajemen-sekolah.html
http://aancools.wordpress.com/2011/07/12/makalah-adm-pendidikan-sistem-informasi-manajemen/
.